Urus SIM di Polres Manggarai, Masyarakat Harus Punya BPJS Kesehatan per 1 Juli 2024

Tagarnews.com-Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang akan melakukan uji coba pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan menggunakan BPJS Kesehatan aktif atau terdaftar sebagai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Adapun proses uji coba ini akan berlangsung pada tanggal 1 Juli hingga 30 September 2024 di tujuh provinsi yakni di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bali, dan NTT.

Hal ini disampaikan Kasat Lantas Polres Manggarai, AKP Sandy Humisar Sibarani kepada media ini Selasa,25/04/24.

AKP Sandy menjelaskan Surat Izin Mengemudi (SIM)merupakan salah satu syarat yang perlu dipenuhi oleh seseorang apabila ingin mengendarai motor atau mobil.

Syaratnya, sudah berusia 17 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), tapi, kini kepolisian telah menetapkan BPJS sebagai salah satu syarat permohonan pembuatan dan memperpanjang SIM bagi setiap pengendara roda dua maupun roda empat.

Kasat Sandy melanjutkan, masyarakat Manggarai yang akan membuat SIM kini harus memiliki BPJS Kesehatan aktif atau terdaftar sebagai peserta JKN. Aturan ini akan diuji coba pada 1 Juli hingga 30 September 2024, pada tujuh wilayah di Indonesia termasuk NTT.

Dia menyebut, Polri akan memberlakukan aturan BPJS Kesehatan sebagai syarat membuat dan memperpanjang masa berlaku SIM A, SIM B, dan SIM C. Pemohon nantinya akan diminta menunjukkan BPJS Kesehatan atau kepesertaan JKN yang aktif.

Dia menegaskan, syarat ini tertuang didalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi.

Dikatakan, aturan tersebut merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Kesehatan Nasional untuk meningkatkan jumlah pengguna JKN.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Karena, pada saat mengurus SIM, wajib menunjukkan BPJS Kesehatan aktif. Artinya, SIM tetap diproses tapi pada saat mengambil, BPJS kesehatan itu ditunjukkan,”tutupnya.

Pos terkait